Selasa, 01 Juli 2014

kalem

0 komentar
Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin

Begitu salah satu judul karangan Bang Tere Lije yang tulisan-tulisannya memikat perasaan dan akal.

Banyak hal yang terjadi, dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal-hal itu mengajarkan betapa harapan bisa membawa kita melangkah begitu jauh dan bertahan begitu lama. Membangkitkan kekuatan terdalam hati kita. Terkadang terpikirkan, Allah menitipkan harapan ke dalam hati manusia sbg penanda seberapa jauh hati bisa menggerakkan tubuhutk melangkah. Namun, setelah bertahun, ada saat kita tersadarkan bahwa ada hal-hal yg harus direlakan setelah lama kita telah berjuang. Titik pasrah tertinggi ketika rasanya usaha kita sudah sampai di batas lelah kita berjuang tapi rasanya itu belum juga cukup. Usaha kita selama ini ternyata terasa hanya untuk bertahan, bukan untuk memperbaiki. Baru tersadari akan hal itu. Dari harapan menjunjung tinggi, sampai kau ttp berharap sambil ttp berusaha, ttp terus berusaha meski harapan semakin terasa berkurang, sampai kau lelah dan tak ada yg menyadari bahwa selama ini butuh banyak energi dan perasaanmu utk sekedar bertahan. Dan harapanmu pun mati. Dan kau sulit utk percaya pd siapa pun. Harapan, jika jatuh sedalam apa pun, ia bisa bangkit dan membangkitkan hal lain. Beda dgn kau tdk bisa merasakan apa-apa lagi. Mau berantakan atau lebih baik, sudah tidak terasa apa-apa lg di hatimu. Itulah saat dimana harapanmu sudah pernah berada di titik tertinggi dan rendah.

Bahaya? Ya, bahaya. Saat itulah pertolongan Allah sangat dibutuhkan.. Kau sudah cukup terlihat baik-baik saja selama ini, dan itulah keistimewaanmu :) Semua mulai berantakan dan kau tetap tersenyum.. ah, betapa kuatnya hati manusia.. " Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" QS 2: 286. Tersenyumlah, semua akan baik-baik saja. Jika kau terlalu lemah utk bangkit, minimal tetaplah bertahan jangan semakin jatuh. Tahanlah, Terkadang kita hanya perlu bertahan utk membuktikan pada Allah kita kuat ketika kita terlalu lemah utk bangkit. "Berpeganglah pada tali Allah karna sesungguhnya berpegang pd tali Allah itu sekuat-kuatnya pegangan". Tenanglah, "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" QS 94: 5-6. Ini diulang 2x, betapa seriusnya hal ini disampaikan. Tenanglah, setidaknya tetaplah tersenyum.. Orang di sekitar kita berhak atas senyum kita :)

Daun yanv jatuh tak pernah membenci angin, ia telah berusaha tumbuh, ketika telah tumbuh ia tetap terlepas dari pohonnya oleh hembusan angin, tapi ia tetap percaya itu semua sudah disuratkan.. :) keep kalem keep pieceful :)

------------------------++++++++++++++++++++++++------------------------------------

Semoga bermanfaat..