Sore ini komplek Pabuaran diguyur hujan seperti biasanya. Menyiram sisa-sisa panas sedari siang. Entah kenapa selalu teduh suasana setelah hujan. Bahkan di lingkungan kecil bagian Kabupaten Bogor ini. Bau tanah yg tersiram, udara baru yang sejuk, dan bagian terindahnya tentu -- kabut dan langit yang kembali bersih.
Home is where your heart belong. Tempat dimana kita bisa melihat diri kita tumbuh luar dalam. Tempat yg selalu melihat kita, melihat apa yg telah kita lalui, tempat yg mengerti alasan kenapa kita menjadi kita yg sekarang. Tempat yg bisa membuat kita ingat kembali hakikat kita pergi meninggalkannya saat kita mungkin berada jauh. Even home isnt always a house.
Jadi beginilah. Rumah yg menyaksikanku tumbuh sedari kecil, teras dimana setiap sore tidak pernah bosan aku kunjungi hanya untuk melihat langit sore sedari kelas 4sd. Tak pernah bosan memeluk pernyataan2 konyol anak 9tahun kayak "Enak ya jadi Allah, bisa ngelukis langit. Kalo seneng punya pelampiasan bikin aja gambar sm warna yg bagus." Atau pertanyaan konyol lain yg belakangan jawabannya ada di buku IPA atau dijawab di film Habibi Ainun "Kenapa langit warnanya biru?"
Kita memang tidak bisa memilih dimana kita dilahirkan, oleh siapa, dan kenapa kita muncul di tengah2 keluarga kita sekarang.
Tapi mungkin memang itulah yg menjadi tugas kita. Mencoba supaya kehadiran kita bisa berguna untuk orang lain, dimulai dari orang2 terdekat kita. Dimulai dr 1 tempat yg kita sebut "Rumah". Di sanalah awal mula kita melangkah. Di sanalah mulanya kita mengerti apa itu harapan dan ketulusan. Tercermin selalu dari senyum ibunda kita, dari perjuangan nafkah ayah kita.
Selayak langit dengan keluasannya, seolah selalu merengkuh harapan-harapan makhluk kecil yg berada jauh di bawahnya. Menjadi jembatan penghantar harapan dan doa-doa sekecil apa pun dr makhluk kecil seperti kita kepada Rabb yg memiliki segalanya. Menjadi penghibur orang-orang (seperti saya) yg suka memandangnya dr bawah dengan awan dan cahaya yg terlukis indah di saat sore. Seperti kanvas. Pun ia tertutup awan gelap dan turunnya hujan deras, ia tetap akan kembali cerah bahkan kadang memendarkan pelangi. Memberi pesan bahwa "Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja, tadi hanya hujan sementara. Toh hujan deras td jg ada manfaatnya. Semua akan kembali normal" dan kita pun bisa melihat keindahannya kembali muncul. Seperti sore ini, di lingkungan kecil Cibinong. Menyadarkan kembali tentang hati yg suka salah fokus. :)

















0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik :)